Prestasi yang diraih anak di sekolah, biasanya menjadi ukuran bagi orang tua menjulukinya anaknya sebagai anak yang cerdas. Prestasi sekolah pula yang akan menentukan langkah anak selanjutnya dalam mendapatkan sekolah lanjutan yang diinginkan (favorit). Sayangnya, ukuran tersebut sering mengecewakan. Terutama pada orangtua yang buah hatinya punya kemampuan, tapi prestasi sekolahnya rendah. Selain sekolah, lingkungan rumah juga menjadi penyebab anak underachiever. Peran orang tua sangat menentukan keberhasilan mereka. Orangtua yang menunjukkan perhatian, dukungan, kesiapan untuk membantu anak, dapat memotivasi anak berhasil di sekolah. http://minmalangsatu.net/detail-artikel-128/ANAK_CERDAS___MENGAPA_PRESTASI_DI_SEKOLAH_RENDAH.html
Underachiever adalah anak yang berprestasi rendah dibandingkan dengan tingkat kecerdasan yang dimilikinya. Untuk itu, orang tua harus mengetahui penyebab underachiever agar bisa mengambil tindakan yang tepat.
Sekolah, kata psikolog Edy Gustian, penulis buku Menangani Anak Underachiever, merupakan faktor yang sangat berperan dalam menyebabkan terjadinya underachiever. Seperti cara pengajaran, materi-materi yang diberikan, ukuran-ukuran keberhasilan dan kemampuan guru. Tak percaya?
Albert Einstein, salah satu buktinya. Bagaimana sekolah dapat menjadikan anak jenius seperti dia menjadi underachiever? Saat di sekolah dasar, nilai-nilai Einstein sangat buruk hingga ia disebut anak bodoh. Penyebabnya ternyata, karena Einstein harus mengulang hal-hal yang sudah diketahuinya, yang menurutnya tidak bermanfaat. Einstein baru berhasil menangani masalahnya dengan bantuan pamannya.
Anak cerdas cenderung menjadi anak yang nakal jika berada di kelas yang dianggapnya tidak memberikan tantangan. Ia akan mempunyai banyak waktu untuk memikirkan kejailan-kejailan untuk menghilangkan kebosanan. Faktor teman-teman sekelas juga turut berpengaruh. Anak cerdas yang berada dalam kelas rata-rata akan mengalami hambatan untuk berprestasi. Anak akan merasa diperlakukan sebagai orang bodoh saat guru menerangkan hal-hal yang dirasakan anak tidak perlu dijelaskan lagi.
Faktor Lingkungan
Anak dapat berperstasi atau tidak, kata Edy, juga sangat dipengaruhi oleh sikap orangtua dalam menilai arti penting prestasi sekolah. Orang tua yang kurang menghargai prestasi sekolah tidak akan mendorong anak untuk mencapai hasil yang baik di sekolah. Tetapi, bila orang tua terlalu menuntut anak berprestasi tinggi, juga membuat anak tertekan, tidak bahagia dan ini akan menghambat anak menyerap pelajaran di sekolah.
Hubungan ayah dan ibu juga mempengaruhi anak dalam berprestasi. "Orang tua yang sering bertengkar dapat menjadikan anak tidak konsentrasi belajar karena merasa tidak nyaman dan tertekan. Pertengkaran orang tua bisa membuat anak stres," papar lulusan Psikologi UI ini. Belum lagi, jika ditambah suasana rumah yang sumpek dan bising. Untuk dapat belajar, anak butuh suasana yang nyaman dan tenang.
Karena Diri Anak Sendiri
Berprestasi atau tidak juga dipengaruhi karakteristik anak. Salah satunya penilaian anak terhadap kemampuan yang dimilikinya. Anak yang merasa dirinya mampu, akan berusaha untuk mendapatkan prestasi sekolah yang baik sesuai dengan penilaian terhadap kemampuannya. Misalnya, Adi selalu mendapat pujian dari temannya karena jago berhitung. Maka saat mendapat soal yang sulit, ia akan mati-matian memecahkannya. Sebaliknya, anak yang memiliki persepsi atau harga diri yang rendah tidak termotivasi untuk berprestasi tinggi.
Faktor lain dalam diri anak adalah, anak yang memiliki dorongan dari dalam dirinya untuk berprestasi, tapi ada juga yang tidak. "Dorongan ini bisa berasal dari dalam diri anak, bisa pula dari luar. Misalnya, orangtua selalu memberi hadiah pada saat anak meraih prestasi yang baik, tak perduli ranking satu atau ranking 10."
Jadi, agar anak cerdas tak menjadi underachiever, kata Edy dan juga ditegaskan Sri, jangan hanya menuntut anak berprestasi saja, tapi memenuhi prasyarat lainnya, seperti menyediakan lingkungan rumah yang nyaman buat anak belajar, mengusahakan lingkungan sekolah disenangi anak, serta memotivasi anak untuk berkeinginan memiliki prestasi. "Kalau itu semua dilakukan, prestasinya akan menyusul, dan kecerdasannya makin terasah," tegasSri Hartati.
Menangani Anak Underachiever!
Test Widget
Mengenai Saya
Arsip Blog
Seberapa pentingkah keluarga bagi kita? Jika kita masih single, keluarga adalah tempat dimana kita dilahirkan, tumbuh, dibesarkan hingga saat ini. Jika kita telah berkeluarga maka keluarga adalah lembaga yang kita bangun bersama dengan pasangan hidup kita. Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat namun peran keluarga adalah luar biasa penting. Suatu bangsa bisa menjadi besar, kuat dan maju jika setiap lembaga keluarga yang ada dalam bangsa tersebut memiliki kondisi yang sehat. Jika suatu bangsa memiliki banyak sekali keluarga yang tidak sehat, hanya formalitas, maka masa depan bangsa tersebut menjadi suatu yang patut dipertanyakan karena masa depan suatu bangsa terletak pada generasi muda yang notabene merupakan hasil dari didikan dan asuhan keluarga. Keluarga dibentuk dari dua orang yaitu pria dan wanita yang bersatu dalam suatu lembaga yang sah secara hukum dan agama yang disebut dengan lembaga pernikahan. Sehingga apakah keluarga yang dibangun nantinya merupakan keluarga yang sehat dan bertumbuh atau keluarga yang hanya membawa banyak kericuhan akan sangat tergantung dari dua orang yaitu pria dan wanita tadi yang berkomitmen bersama untuk membangun keluarga. Di artikel saya sebelumnya mengenai ”Siapakah belahan jiwa Anda?” saya membahas sebagian kecil dari berbagai faktor bagaimana Anda bisa yakin jika pria dan wanita yang Anda pilih untuk bersama memasuki lembaga pernikahan merupakan orang yang tepat dan mampu diajak berpartner seumur hidup membangun lembaga yang disebut keluarga. Sehingga langkah awal adalah jangan sampai Anda memilih partner yang salah. Namun tentu tidak semudah itu, bagaimana dengan keluarga kita? Keluarga yang sudah berjalan sekian tahun. Dan Anda merasa ada hal yang tidak sehat dalam keluarga. Ada fungsi-fungsi yang terlalaikan. Ada pola pikir dan pola komunikasi yang kacau. Juga ada pola asuh anak yang Anda rasa tidak benar. Apakah sudah tidak ada pertolongan? Jelas ada. Langkah yang preventif seperti memilih pasangan hidup yang tepat adalah satu hal. Namun tindakan kuratif masih bisa dilakukan. Jika kita rasa ada konflik dalam keluarga, ada kesenjangan hubungan komunikasi antara suami dan istri dan anak. Ada tingkat ekspektasi yang berbeda dalam membina keluarga yang sehat dan bertumbuh. Itu semua masih bisa diupayakan. Salah satunya adalah dengan menemui Konselor Keluarga untuk proses mediasi dan penemuan jati diri keluarga tersebut. Karena masalah tiap keluarga adalah spesifik dan berbeda serta memerlukan tingkat kerahasiaan tinggi untuk membahasnya. Dan dengan dipandu oleh Konselor Profesional dan dengan itikad baik, Anda masih bisa memiliki keluarga yang sehat dan bertumbuh. Salah satu komponen terpenting dalam keluarga adalah komunikasi. Usahakan senantiasa jujur pada diri sendiri dan memiliki pola komunikasi yang sopan dan terbuka. Dengan jembatan komunikasi yang baik maka banyak kesalahpahaman dan sakit hati akan terhindar. Dan ingatlah keluarga adalah salah satu harta yang paling berharga yang kita miliki. Apa artinya sukses dalam bisnis, karier dan keuangan jika pada akhir hidup kita, kita hanya sendirian? Tidak ada orang yang tulus dan mencintai kita tanpa pamrih yang disebut keluarga yang dapat kita ajak berbagi? Jadi hargailah keluarga yang kita miliki. Cintai dengan tulus. Curahkan seluruh energi dan waktu terbaik yang kita miliki untuk keluarga. Karena keluarga adalah akar segala sesuatu. Jika setiap pagi kita melangkah keluar rumah dari keluarga yang sehat dan bertumbuh maka apapun kesulitan dan kesukaran yang terjadi di bisnis dan pekerjaan dan studi kita dapat teratasi. Dan pada akhir hari kita akan merasa puas dan bahagia karena apa yang kita lakukan tidak akan sia-sia karena kita membaktikannya untuk keluarga kita yang sehat dan bertumbuh. Saya lebih setuju dengan istilah keluarga yang sehat dan bertumbuh daripada keluarga bahagia. Karena bahagia adalah salah satu emosi sesaat. Namun sehat dan bertumbuh merupakan proses yang harus kita jalani sebagai manusia dan merupakan proses yang berkelanjutan dan baru berhenti pada akhir hidup kita. Semua keluarga mengalami berbagai peristiwa atau moment. Ada moment yang membahagiakan dan ada moment yang membuat kita sedih. Namun semua moment tersebut adalah membangun membuat kita sebagai keluarga tetap bersatu, sehat dan terus bertumbuh. Jadi mari kita berkomitmen membangun komunikasi yang baik dengan cinta yang tulus dengan keluarga kita dengan energi terbaik yang kita miliki
Pengertian Anak Berkebutuhan Khusus Anak berkebutuhan khusus merupakan anak yang terkena disfungsi otak. Disfungsi otak merupakan istilah umum yang digunakan untuk menyatakan akibat dari adanya cedera atau kerusakan, kelainan perkembangan gangguan keseimbangan biokimiawi atau gangguan aktifitas listrik dalam otak. Fungsi Belahan Otak Penyebab Anak Kebutuhan Khusus Yang Termasuk Kedalam Anak Berkebutuhan Khusus: 1. Keterbelakangan mental (Tuna Grahita) 2. Sindrom Down Manifestasi klinis Kriteria diognostik retardasi mental menurut DSM-IV-TR yaitu: 3. Autisme 1. Gangguang kualitatif interaksi sosial, yang terlihat sebagai paling sedikit 2 dari gejala berikut: 2. Gangguan kualitatif komunikasi yang terlihat sebagai paling tidak satu dari gejala berikut: 3. Pola perilaku, minat, dan aktivitas yang terbatas, berulang dan tidak berubah (stereotipik), yang ditunjukan dengan adanya 2 dari gejala berikut. 4. Keterlambatan atau fungsi abnormal pada keterampilan berikut, yang muncul sebelum umur 3 tahun. 4. Attention Deficit Hiperaktivity Disorders (ADHD) Ciri –Cirinya : 5. Cerebral palsy (CP) http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/02/18/anak-berkebutuhan-khusus-abk/
Otak terdiri dari belahan kanan dan belahan kiri. Belahan otak kiri: komunikasi verbal, linguistik, logis, analitis, praktis sedangkan belahan otak kanan: komunikasi non verbal, pragmatik, orientasi ruang (visual – spesial), imajinasi, kreasi, spiritual, seni, holistik – intuitif.
Banyak faktor penyebab disfungsi otak: mulai dari masa kehamilan ibu (kurang gizi, merokok, mengalami pendarahan), saat melahirkan (kelahiran yang sulit, lahir premature), atau saat bayi lahir (tidak langsung menangis, nampak biru, pucat, kuning) dan setelah bayi lahir (mengalami radang otak atau cedera kepala).
Gejala yang timbul pada umumnya nyata berupa keterlambatan hampir semua aspek perkembangan anak seperti perkembangan motorik kasar dan halus, kognitif, wicara-bahasa, sosial dan bantu diri. Contoh : anak sindrom Down, Mental retardasi.
Wajah sangat khas dan tidak tergantung ras.
Adalah suatu gangguan atau kelainan yang terjadi pada suatu kurun waktu dalam perkembangan anak, mengenai sel-sel motorik di dalam susunan saraf pusat, bersifat kronik dan tidak progresif akibat kelainan atau cacat pada jaringan otak yang belum selesai pertumbuhannya. Gambaran klinis CP:
